Emak-Emak Cigobang dan Cabut Paksa Bibit Sawit: Ketika Kesabaran Rakyat Habis
Aksi emak-emak di Cigobang yang mencabut paksa bibit sawit dari kebun yang diduga ilegal bukanlah peristiwa tunggal yang berdiri sendiri. Ia adalah puncak dari akumulasi kekecewaan, kemarahan, dan rasa tidak berdaya masyarakat kecil terhadap persoalan agraria yang tak kunjung menemukan kejelasan. Ketika jalur formal tak lagi memberi harapan, rakyat—dalam hal ini para ibu—memilih jalan yang paling mereka pahami: tindakan langsung. Fenomena ini patut dibaca lebih dalam, bukan sekadar sebagai tindakan emosional atau anarkis. Sebab, siapa pun paham, emak-emak bukanlah kelompok yang mudah tersulut konflik terbuka. Mereka adalah simbol penjaga rumah, pangan, dan keberlangsungan keluarga. Ketika kelompok ini turun ke kebun dan mencabut bibit sawit, pesan yang dikirimkan sangat kuat: kesabaran telah mencapai batasnya . Ketidakpastian Hukum yang Memicu Ledakan Sosial Akar masalah dari aksi ini terletak pada ketidakjelasan status kebun sawit yang diduga ilegal tersebut. Dugaan sudah lama ber...








